Sabtu, 28 Juni 2008

Elemen utama dari teori kebijakan Fiskal Islam

Elemen utama dari teori kebijakan Fiskal Islam
1. ekonomi Islam identik dengan tiga sector, yaitu swasta, sukarela, dan public
2. zakat sebagai dasar dari system fiscal
3. sector public berperan mengoptimalkan alokasi dan distribusi pendapatan untuk kestabilan.

Pajak yang dibentuk oleh kebijakan fiscal modern berbeda dengan kebijakan fiskal islam. Tujuan kebijakan ekonomi pada Negara islam meliputi:
1. keadilan
2. kesejahteraan
3. pertumbuhan ekonomi
4. tttttttt
tujuan ini tercantum dalam Al Quran dan AsSunnah.

Zakat dapat mengurangi kemiskinan, karena zakat digunakan untuk kesejahteraan. Pengenaan zakat akan menurunkan hasrat konsumtif dan mengalihkan dananya pada pembelanjaan sosil.

Dewasa ini, kemiskinan semakin bertambah besar dibanding dengan yang kaya, dan hal itu tidak seluruhnya dapat ditutupi oleh zakat. Untuk itu diperbolehkan dalam hokum islam untuk menambahkan biaya pendapatan, contohnya saja pajak.

Dalam fungsi alokasi, ekonomi islam membutuhkan system pajak. Alokasi yang optimal dari sumber daya masyarakat antara sector ekonomi yang berbeda memerlukan kebijakan pajak yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Negara Islam perlu mobilisasi tambahan terhadap sumber pajak untuk:
1. menstabilkan harga
2. mempercepat penyediaan barang untuk kesejahteraan masyarakat dan bukan untuk pihak swasta

system kendala pada pajak
analisa di atas menyoroti kegunaan dan kebutuhan system pajak untuk melayani ekonomi social, tujuan Negara Islam. Perijinan pajak mempertimbangkan hal-hal yang tidak dapat diukur. Unutk mengoptimalkan pajak maka abstraksinya diturunkan dari 2 karakteristik unikmembuat sistem kendala pada ekonomi Islam.
1. kebijakan pajak islam didesain untuk mengatasi kesenjangan sumber daya. Dioperasikan dengan batas pengeluaran dibentuk dari zakat dan sumbangan sukarela untuk kesejahteraan agregat sosio-ekonomi masyarakat. Pajak juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan fiscal. Pengenaan pajak harus didasarkan pada keadilan dan pertimbangan kemampuan untuk membayar.
2. system pajak akan disusun untuk mengisi indikasi objectives gaps. System pajak harus disesuaikan denagn keadaan ekonomi agar tidak melanggar aturan syariah dan merusak pertumbuhan ekonomi.
Pajak bukan kebijakan sisa, tapi pajak sebagai kompensasi atau pengganti zakat.

Elemen Teori Fiskal Islam
4 masalah ekonomi: supply barang terbatas yang mengakibatkan kelangkaan yang dapat mempengaruhi keputusan bagaimana cara untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Terakhir adalah masalah pemerataan distribusi.

Untuk mengatasinya diperlukan pengambilan keputusan yang alami dan cara pelaksanaannya dengan tidak tergantung hanya pada biaya dan keuntungan. Tapi ditentukan pada volume dan komposisi riil output yang diproduksi juga sasaran. Dan divisi antara pasar atau sector pemerintahan sebagai pilihan. Begitupun dengan permintaan distribusi yang efektif antara macam-macam pembelanjaan dihubungkan dengan pendapatan Negara dan distribusi kesejahteraan. Dan masyarakat ingin mengubah itu. Namun asumsi ini dianggap salah, karena menyamaratakan kebijakan ekonomi untuk masyarakat yang berbeda-beda.

Ekonomi islam 3 model sector
Ekonomi modern dalam mengatasi masalah alokasi dan distribusi melalui dua institusi, pasar dan pemerintahan. Sebagai alternative, diganti menjadi sector swasta dan public. Sector swasta karakteristik dari kekuatan permintaan dan penawaran, harga, dan motif laba. Sector public bertindak tidak bertentangan pada kekuatan permintaan dan penawaran. Sebagai cerminan fenomena harga, tapi untuk memperbaiki mekanisme dan untuk melengkapi mekanisme tersebut. Dalam sector laba ini diganti oleh kesejahteraan social. Sector swasta yang mekanisme utamanya (alokasi dan distribusi) mengakibatkan pelanggaran, perubahan dan distorsi maka akan diperbaiki oleh sector public. Ekonomi sosialis sebaliknya sector public mempunyai fungsi alokasi dan distribusi yang dijadikan sebagai mekanisme, sedangkan swasta bertindak sebagai minor partner dalam proses. Tapi dalam ekonomi Islam hal itu dikarakteristikkan dalam tiga sector ekonomi yang berisi sector swasta yang dimotivasi oleh laba, sector sukarela, dan sector public. Karakteristik sector-sektor ini didapat dari masyarakat Islam yang mengalirkan dananya tidak hanya untuk dunia tapi juga untuk akhirat.

Mungkin kelihatannya sama dengan ekonomi modern ataupun sosialis tapi sebenarnya berbeda bila dilihat dari esensi objek dan perilakunya. Contoh pembayaran kontan dari sodaqoh, kreasi waqof, organisasi pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin. Kontribusi (sukarela) untuk kebutuhan pertahanan Negara, konstruksi dan pemeliharaan masjid, dan macam-macam bentuk kedermawanan lainnya. Volume sumber daya ekonomi yang mengalir melalui tiga sector ini akan menjadi fungsi Negara dari ketaqwaan umat Islam. Hal ini sebagai barometer kesehatan moral umat.

Fungsi alokasi
Fungsi alokasi dalam islam dijalankan melalui tiap-tiap institusi ini secara terpisah, namun saling bekerja sama. Tiap-tiap sector mempunyai cara sendiri dalam alokasi. Mekanisme pasar bukan satu-satunya institusi dalam cabang alokasi. Fungsi alokasi diimplementasikan melalui perilaku mekenisme harga dengan motif laba. Mekanisme pasar ini diubah oleh institusi sukarela melalui shodaqah dan aktifitas ekonomi non-profit.

Tidak ada komentar: